FUNGSI ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT MELAYU JAMBI DI SEBERANG KOTA JAMBI

  • Maulana Kurniawan Putra UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Indonesia
  • Junita Br Surbajti UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Indonesia
  • Mailinar Mailinar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Indonesia
Keywords: Fungsi, Arsitektur, rumah tradisional melayu Jambi;

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi arsitektur rumah tradisional masyarakat melayu di seberang kota Jambi. Dari 3204 rumah yang ada, 3.315 rumah masih menggunakan atau bergaya rumah tradisional. Rumah kayu yang lebih populer dengan istilah  Rumah Bengen merupakan warisan turun temurun yang fungsi arsitektur yang harus dipertahankan. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi dengan menggunakan pendekatan fungsional. Data penelitian dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa arsitektur rumah tradisional melayu masyarakat seberang kota dalam pembuatan rumah tradisional menggunakan kayu keras pilihan seperti bilian Tembesu dan Meranti sebagai bahan utama. Rumah dengan arsitektur berpanggung, beranak tangga dibagian depan dan belakang, berkolam kecil didepan rumah, Daun pintu lawang dan bendul serta adanya pintu kecil khusus untuk hewan merupakan ciri khas arsitektur rumah tradisional masyarakat Melayu seberang kota Jambi. Arsitektur rumah tradisional masyarakat melayu seberang kota Jambi tidak jauh berbeda dengan rumah tradisional suku Melayu Sumatera Selatan, Riau dan Sumatera Barat, hal ini karena masyarakat melayu seberang kota Jambi masuk dalam rumpun Austranesia.

CROSSMARK
Published
2020-12-03
DIMENSIONS